DALEM WURYANINGRATAN SURAKARTA

DALEM WURYANINGRATAN
SURAKARTA

       Fungsi dari jalan-jalan selain menambah pengalaman juga menambah pengetahuan. Berikut pengalaman dan pengetahuan yang didapat dari jalan-jalan. Kali ini kota yang beruntung dikunjungi adalah Solo. Berikut oleh-oleh dari Solo yang sama manfaatnya dengan batik.
Berdasarkan catatan yang ada pada KRMH Saparto (putra kedua KPH Wuryaningrat) Dalem yang saat ini dikenal dengan dalem Wuryaningrat tersebut dibangun oleh KRA Sosrodiningrat IV yang merupakan ayah dari KPH Wuryaningrat. Dalem ini dibangun kurang lebih pada tahun 1890 dengan arsitek seorang Belanda. Dalem ini terletak di Jalan Slamet Riyadi No. 261, Surakarta. Saat ini bangunan ini berstatus bangunan Cagar Budaya berdasarkan SK Walikota Imam Sutopo No.646/116/1/1997. Bangunan ini juga telah berubah fungsi dari fungsi aslinya, saat ini bangunan Dalem Wuryaningratan masuk dalam kompleks Danar Hadi.

LURIK, DARI MASA KE MASA

LURIK, DARI MASA KE MASA

Deskripsi
Lurik merupakan nama kain, kata lurik sendiri berasal dari bahasa Jawa, lorek yang berarti garis-garis, yang merupakan lambang kesederhanaan. Sederhana dalam penampilan maupun dalam pembuatan namun sarat dengan makna (Djoemena, Nian S., 2000).

Batik, Budaya Kearifan Masyarakat

Hampir di seluruh wilayah Jawa memiliki kekayaan budaya batik yang khas. tentu saja ada daerah-daerah yang lebih menonjol seperti Solo, Yogya, dan Pekalongan. tetapi kekayaan seni batik daerah Cirebon juga tidak kalah dibanding kota-kota lainnya.
powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme